International Seminar, 4th Industrial Revolution and Safety Engineering, Prof. Abdul Muthalib: Interoperability, Virtualization, and Decentralization

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Suatu teknologi bisa survive di era revolusi industri ke 4 apabila teknologi tersebut punya kemampuan interoperabiliy, virtualization, dan decentralization, real time capability, service orientation, modularity,

Prof. DR. Abdul Muthalib Leman ungkapkan hal ini dihadapan 700 lebih peserta seminar internasional dengan tema "4th Industrial Revolution and Safety Engineering di Aula Kampus Kranggan, Universitas Mercu Buana, 25 Nov. 2017.

"Teknologi telah mengubah cara hidup kita dewasa ini dengan sangat drastis, hampir semua lini kehidupan kita berinteraksi dengan teknologi, Internet of Thing menjadi enabler perubahan ini jadi lebih cepat," jelas Abdul Muthalib.

Selanjutnya, Prof Abdul juha menjelaskan, sesama teknologi juga punya tingkat persaingan yang sangat tinggi, kodak yang sangat berjaya di jamannya saat ini hampir tidak terdengar. Nokia yang menguasai pasar telepon selular di jamannya saat ini juga lenyap di pasaran.

Teknologi juga berevolusi sepanjang waktu, tidak ada suatu teknologi saat ini bisa bertahan begitu lama di pasaran, saingan baru bermunculan, nokia bersaing dengan Samsumg, I Phone dan Teknologi Selular lainnya.

Kehadiran Cyber Physical Systems (CPSs) merupakan sistem fisik yang dibangun untuk memonitor, mengkoordinasikan, dan mengendalikan bisnis dan industri dewasa ini.

CPSs telah mengambil alih bidang kesehatan, transportasi, infrastruktur skala besar, sistem pertahanan dan teknologi komputasi.

Uber dan Grab menjadi contoh teknologi transportasi berbasis cyber dengan 620 juta target konsumennya di Asia Tenggara.

Seamless technology telah memuluskan semua transaksi secara virtual dengan basis IoT, big data, dan Cloud Computing.

"Kemajuan teknologi telah mengubah harapan dan kebutuhan para konsumen dewasa ini," tutup Prof. Abdul.

Hadir pada seminar internasional Dr. Willy Sulityo dari Institut Otomotif Indonesia, Dr Gama Widya Putra dari HSSE Pertamina Persero.

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Index Berita